Monday, 26 October 2015

Tips Membuat Bibit Minyak Wangi Sendiri

Cara membuat bibit minyak wangi dengan penyulingan biasanya digunakan untuk bisnis, karena cepat dan hasil yang diperolehnya maksimal, dibandingkan cara tradisional, maka pembuatan minyak wangi dengan proses penyulingan adalah cara paling tepat.
Sebelumnya perlu disiapkan alat dan bahannya yaitu mesin penghancur bahan semacam blender, mesin atau alat penyulingan dengan kapasitas sekitar 10 kg bisa kurang atau lebih tergantung pembuat mesin tersebut, lalu kompor untuk sumber panas.
Jangan lupa juga menyediakan bahan dasar yang diinginkan misalnya bunga mawar, melati, cendana, lavender, kenanga, akar-akaran, biji atau buah dan sebagainya. Dan berikut ini proses pembuatannnya :
  • Bahan dasar perlu dihancurkan terlebih dahulu menggunakan blender atau ditumbuk dengan batu.
  • Jika sudah dihancurkan atau dilembutkan kemudian dimasukan dalam mesin penyulingan yang sebelumnya telah diisi dengan air.
  • Proses penyulingan dilakukan dengan merebusnya sehingga diperoleh embun atau uap hasil sulingan.
  • Uap hasil sulingan inilah yang menjadi bibit minyak wangi, selanjutnya bisa dicampur dengan mineral oil atau phenyl eher alkohol dan fixative. 
Jika sudah diperoleh bibit minyak wangi, tentu saja perlu dikemas dengan baik, jangan lupa botol kemasan harus selalu rapat agar minyam wangi tidak menguap dan berubah warna atau berkurang wanginya. Sekarang kita sudah mengetahui cara membuat bibit minyak wangi, tinggal melakukan pemasaran yang baik dan tepat, sehingga minyak wangi yang diproduksi bisa terjual sempurna dan mendatangkan keuntungan.
Itulah Tips Membuat Bibit Minyak Wangi Sendiri, jika ada tambahan, masukan atau keritik dan saran, silahkan kami menampungnya dan menanggapinya, terimakasih dan semoga bermanfaat.

Sunday, 25 October 2015

Ketika Kesal dan Sesal Menyatu

Seperti menertawakan kesalahan sendiri. Ini tentang kamu. Kesalahan yang pernah aku indah-indahkan. Menuju malam, kubangkitkan apa yang telah lama bersemayam. Berpasang-pasang mata di sekelilingku melihat hanya aku sendiri, di sini. Namun lain dengan kedua mataku,Kamu hadir. Dengan simpul senyum yang masih sama, namun rasa yang berbeda. Tak ada lagi desir hangat di dalam dada. Tak ada lagi semu merah di wajah, ada-tiadamu aku mulai terbiasa.
Di masa lalu kamu pernah kucinta sepenuh jiwa. Sedikit berlebihan, memang. Namun begitu adanya. Mencintaimu tanpa terbesit kemungkinan-kemungkinan pahit kamu akan meninggalkan rasa sakit. Rasionalku lumpuh. Rasa yang kukira utuh, nyatanya mampu membuatku runtuh dalam hitungan detik saja setelah kamu memilih untuk melangkah menjauh. Setelah kepergianmu, aku tetap melangkah walau terseok-seok kesusahan. Butuh berapa lama jangan ditanya, proses melepasmu biar menjadi urusanku.
Hanya saja yang harus kamu tahu; tanpamu aku bisa. Berkali-kali aku berucap; jangan besar kepala. Kamu kira aku akan benar-benar hancur porak-poranda, hingga sulit untuk berjalan kembali seperti semula? Kamu salah. Kamu terlalu jemawa jika berpikir tanpamu aku tidak bisa apa-apa. Tegarku lebih dari yang kamu kira. Resistanku lebih kuat dari yang kamu duga.
Beberapa hari lalu kamu menyambangiku. Berbasa-basi menanyakan kabarku juga keseharianku. Jelas kutahu ke mana arahmu. Bersamaku lagi, hanya akan dalam anganmu. Menyesal katamu? Aku tertawa keras-keras. Angkuhmu yang menjulang bak bangunan berpuluh-puluh lantai yang mencakar-cakar langit, kau ke manakan?! Kamu seolah lupa perihal gelas yang pernah aku ceritakan. Sekali gelas terjatuh dan pecah memperbaikinya kembali akan terasa sukar. Sekali pun kamu rekatkan dengan lem super kuat, diisi air akan percuma, gelas tidak akan pernah penuh kembali. Aku mendendam? Kamu jangan bercanda, Sayang.
Aku tidak sekeji itu. Aku hanya tidak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya; memilih orang yang tidak tepat. Kamu kepadaku hanya mencari ramai di tengah sunyimu saja. Kamu kira aku pasar malam? Padamu, cintaku pupus tergerus langkah pergimu.
Kusunggingkan sebelah senyum melihat kamu besimpuh memelas, agar aku sedikit berbesar hati menerimamu kembali. Kamu tahu jawabanku apa, Sayang. Kamu sudah mengenalku lama, seharusnya kamu peka atas mimik muka yang kupertunjukkan di pertemuan kita. Kusuguhkan sepiring sesal di Waktu Istirahatku, selamat bersantap, Sayang.

Proses Pembuatan Minyak Goreng Sendiri

Sebelum menerapkan proses pembuatan minyak goreng Anda harus menyiapkan bahan bakunya dulu yaitu kelapa sawit yang tua dan berkualitas. Selanjutnya Anda bisa mencoba menerapkan proses pembuatan Minyak Goreng dengan beberapa langkah berikut ini : 
  1. Buah kelapa yang telah dipilih kemudian dikupas atau dibersihkan dari sabutnya. Anda bisa menggunakan alat semacam linggis untuk mencongkel atau menguliti sabut kelapa.
  2. Jika sudah dikupas kemudian pecahkan dan keluarkan airnya. Anda bisa menampungnya terlebih dahulu baik minyak maupun kelapa yang sudah dipecah.
  3. Kelapa-kelapa yang sudah pecah kemudian dipisahkan antara daging buah kelapa dan tempurung atau batok kelapanya. Cara ini dikenal dengan nama dicungkil. Jika semua sudah dicungkil lalu dicuci bersih.
  4. Buah kelapa kemudian diparut bisa menggunakan alat manual bisa juga menggunakan mesin pemarut yang saat ini bisa dibeli dengan harga yang terjangkau.
  5. Setelah diparut kemudian dicampur dengan air dan diperas untuk memperoleh santan.
  6. Kemudian untuk memisahkan santan kental atau kanil dan santan encer bisa dilakukan pemanasan tahap awal. Pemanasan ini dilakukan setidaknya sekitar sejam. Proses pemisahan kanil dan santan encer dilakukan agar pemisahan minyak pada pemanasan tahap selanjutnya jauh lebih cepat. Anda bisa menggunakan panci stainless steel atau aluminium karena bahan-bahan tersebut tidak akan membuat minyak yang dihasilkan nanti menjadi tengik.
  7. Tahap selanjutnya pemanasan untuk untuk membersihkan minyak dari residu atau lebih dikenal dengan nama blondo. Pemanasan dilakukan lebih lama sampai benar-benar tertinggal minyak dan blondo saja.
  8. Jika semua sudah selesai dan dingin proses pemisahan blondo dan minyak dilakukan dengan proses penyaringan.
  9. Blondo yang tertinggal pada proses penyaringan kemudian dipres karena masih mengandung banyak minyak.
  10. Jika semua sudah terkumpul, minyak kemudian dikemas. Sebaiknya menggunakan botol minyak dari bahan kaca atau plastik. Dan simpan dalam tempat yang teduh dan kering.
Proses tersebut merupakan cara membuat minyak goreng dengan cara yang sederhana namun tetap mampu menghasilkan minyak goreng dengan kualitas tinggi karena tidak berbau tengik, semoga bermanfaat.